Nasib diri yang penuh egois
Oktober yang terasa menghiris
Oktober yang hadirkan tangis
Rona senyum yang sadis
Ibarat ranting yang tlah lapuk
Zaman berjalan tanpa jejak
Zahirkan rasa yang terkoyak
Akankah kejujuran tersibak
Tutupi egois, bagai awan berarak
Indah, namun tak nampak
Lahirkan gundah dalanm jiwa yang berontak
Hari pergi tak mungkin kembali
Asmara jauh melambung tinggalkan hati
Sengsaralah kini yang ternikmati
Angin sepoi pun tak mampu sejukkan diri
Nuansa bening tlah ternodai
Air mata yang jadi saksi
Hingga akhir kisah ini.
Minggu, 07 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar