Aku tlah smakin bosan
Pada hati dan keadaanku
Cinta yang menjenuhkan
Juga rindu yang menghujam hadirkan keresahan
Aliran air, sepoi angin
Menghantar ku dalam dunia yang tak bz dimengerti
Aku seperti terdampar dalam nuansa masa lalu
Nuansa nuansa masa kecil
Smua terhampar indah
Tak ada cinta untuk dia
Tak ada rindu untuk dia
Semua serasa bahagia
Dan semua tanpa dia
Dan kini di saat dan detik ini
Aku tak lagi merasa
Kini Aku seperti kehilangan arah
Mungkinkah Aku bisa kembali
Sedang jalan Pulang tlah hilang.
Jumat, 26 Februari 2010
Rabu, 24 Februari 2010
Kebosanan
Pagi kesekian kali yang menyapaku
Mendung~mendung kelabu
Desiran lembut sang bayu
Alamanda merah tua yang berselimut debu
Mereka kini harus kembali memelukku
Bagai jubah kesetiaan yang menyelimutiku
Coba hangatkan hingga relung jiwaku.
Bosan...
Sekali lagi bosan
Dan tak lagi yang ada perlu di ungkapkan
Mungkin juga resah yang bersanding kegundahan
Ah.,. Itu hanyalah ungkapan
Lalu apa yang harus Aku katakan.
Denting~denting jarum jam yang mengitariku
Kepadanyakah Aku harus mengadu
Ataukah pada alamanda merah tua yang berselimut debu
Akupun juga tak pernah tau
Yang Aku tahu
Aku harus tersenyum pilu melihat kebodohanku.
Mendung~mendung kelabu
Desiran lembut sang bayu
Alamanda merah tua yang berselimut debu
Mereka kini harus kembali memelukku
Bagai jubah kesetiaan yang menyelimutiku
Coba hangatkan hingga relung jiwaku.
Bosan...
Sekali lagi bosan
Dan tak lagi yang ada perlu di ungkapkan
Mungkin juga resah yang bersanding kegundahan
Ah.,. Itu hanyalah ungkapan
Lalu apa yang harus Aku katakan.
Denting~denting jarum jam yang mengitariku
Kepadanyakah Aku harus mengadu
Ataukah pada alamanda merah tua yang berselimut debu
Akupun juga tak pernah tau
Yang Aku tahu
Aku harus tersenyum pilu melihat kebodohanku.
Langganan:
Postingan (Atom)

